Jakarta, Maret 2019 — Kargo Technologies, pasar online angkutan logistik yang menghubungkan shipper sektor ritel, e-commerce dan komersil dengan armada truk di seluruh Indonesia, telah berhasil menggalang dana tahap awal senilai $7 juta, dipimpin oleh perusahaan venture capital Sequoia Capital India. Adapun investor lain yakni 10100 Fund milik Travis Kalanick, Agaeti Ventures yang didirikan Pandu Sjahrir, Patrick Walujo, salah satu pendiri Northstar Group, Intudo Ventures, Zhenfund dan ATM Capital.

Hampir seperempat pendapatan domestik bruto Indonesia senilai 1 triliun rupiah berasal dari logistik, namun industri ini masih terbentur masalah infrastruktur yang kurang memadai dan berbagai inefisiensi lainnya. Truk yang mengangkut muatan dari sentra-sentra produksi perkotaan seringkali pulang tanpa muatan. Sedangkan pengemudi truk biasanya harus menelpon berbagai pihak atau mengecek berbagai grup Whatsapp hanya untuk mendapatkan order sekali jalan. Itu pun membutuhkan kontrak tertulis, sementara pembayaran bisa tertunggak sampai berminggu-minggu.

Kargo bertujuan mengubah industri logistik karena teknologi yang dimilikinya bisa bikin proses transaksi dan pengangkutan lebih efisien, transparan dan akuntabel. Shipper dan transporter bisa berinteraksi, bertransaksi dan memantau pergerakan kiriman secara real-time di platform Kargo melalui situs www.kargo.tech, dan dalam waktu dekat, melalui aplikasi ponsel tipe Android yang saat ini dalam fase pengujian beta. Sejauh ini, sejumlah perusahaan e-commerce, toserba dan nama besar di industri FMCG sudah mengandalkan Kargo untuk mem-posting ratusan order tiap minggu.  

“Kargo didesain untuk mengoreksi masalah ketersediaan, transparansi harga dan kurangnya kepercayaan dalam proses pembayaran melalui satu aplikasi yang gampang dipakai,” kata CEO Kargo, Tiger Fang. “Jika proses penawaran dan penerimaan order dibuat lebih efisien, maka pemakaian jumlah truk yg tersedia akan lebih maksimal. Semua shipper dan transporter yang terdaftar di Kargo sudah diverifikasi, sehingga bisa dipercaya dan dijamin kualitasnya. Sistem seperti ini bisa bantu meningkatkan potensi penghasilan para pengemudi truk, dan memastikan takkan ada lagi truk balikan kosong melintas di ruas-ruas jalan antar-kota Indonesia.”

Kargo didirikan pada tahun 2018 oleh Tiger Fang, CEO Kargo, dan Yodi Aditya, selaku CTO Kargo.  Sebelumnya Tiger mengantongi enam tahun pengalaman membangun pasar-pasar online di Asia. Tiger meluncurkan Uber di Indonesia, Malaysia dan Thailand, dan kemudian memperluas operasi Uber di Indonesia dan Cina Barat dalam posisinya sebagai General Manager. Tiger juga sempat menjadi salah satu pendiri Lazada di Thailand dan Vietnam. Sementara Yodi Aditya adalah insinyur perangkat lunak yang memiliki pengalaman luas membangun platform online untuk industri logistik, penerbangan dan keuangan di Indonesia dan Singapura. Untuk memotori Kargo, Yodi dan Tiger merekrut sejumlah insinyur dan operator  berpengalaman, termasuk mereka yang sebelumnya turut memperkuat Uber dan berbagai platform online besar lainnya di Indonesia.

“Di kebanyakan perekonomian besar, logistik merupakan industri yang sangat besar dan tidak efisien dan karena itu berbagai platform online angkutan bermunculan di berbagai negara. Kami gembira sekali bisa mendukung tim Kargo yang tengah berupaya mentransformasi industri logistik di Indonesia,” ujar Shailendra Singh, Managing Director Sequoia Capital (India) Singapore.

Kargo akan menggunakan dana tahapan awalnya untuk memperkuat infrastruktur dan teknologinya. Kargo juga berencana melakukan rekrutmen besar-besaran di Indonesia untuk membangun operasi kelas dunia dan tim teknologi.