Barang pecah belah adalah barang yang dibuat dari tembikar. Sesuai dengan namanya, barang pecah belah merupakan barang yang paling rentan rusak atau pecah. Barang pecah belah umumnya digunakan untuk kehidupan sehari-hari berupa peralatan makan, atau hiasan rumah. Barang pecah belah termasuk kedalam bagian jenis keramik, dimana keramik sendiri berasal dari bahasa yunani yaitu keramikos yang berarti sesuatu yang dibentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran.

Para ahli juga mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi yang menghasilkan barang dengan berbahan dasar tanah liat yang dibakar contohnya seperti gerabah, genteng, porselin dan lain sebagainya. Berbeda dengan dulu, saat ini tidak semua keramik berbahan dasar tanah liat, bahan baku keramik yang banyak digunakan saat ini felspard, ball clay, kwarsa, kaolin, dan air.

Secara fisik, jika di perhatikan sifat umum dari keramik tradisional sendiri sebenarnya sangat rapuh dan mudah pecah. Selain rapuh dan mudah pecah, keramik tradisional juga memiliki ketahanan terhadap panas hingga mencapai suhu 1200 C berbeda dengan keramik hasil rekayasa seperti keramik oksida yang mampu menahan panas hingga suhu 2000 C. secara garis besar, barang pecah belah merupakan termasuk kedalam golongan keramik tradisional.

Barang pecah belah zaman dulu berbeda dengan barang pecah belah saat ini. Secara fisik, barang pecah zaman dulu cenderung polos dan tidak memiliki model atau motif yang beragam. Hal ini berbeda dengan barang pecah belah saat ini, dimana model serta motif nya sudah sangat beragam dan menyesuaikan dengan zaman.

Saat ini barang pecah belah tidak hanya benda yang terbuat dari keramik, jika anda pernah membeli barang elektronik contohnya seperti televisi, lemari es, dll sebenarnya jenis barang tersebut juga rentan pecah dan rusak.  Apalagi jika barang tersebut  tidak mendapatkan treath yang khusus saat pengiriman.

Barang pecah belah merupakan benda yang memberikan peluang bisnis untuk kebanyakan orang. Beberapa penjual barang pecah belah juga memasarkan produk mereka melalui internet atau sosial media. Lantas bagaimana cara para pelaku usaha barang pecah belah dalam melakukan pengiriman kepada pelanggan mereka ?

Jika dilihat dari ketahanannya, barang pecah belah sangat beresiko untuk rusak jika terjatuh dari ketinggian atau mengalami pergerakan yang berlebih. Mengirimkan barang pecah belah dari suatu tempat ke tempat lain tampaknya agak beresiko dan rentan akan pecah. Bayangkan jika anda mengirim barang pecah belah dari suatu kota ke kota lain dengan jarak tempuh yang cukup jauh, mungkin anda bisa membayangkan betapa barang pecah belah tersebut sangat beresiko akan rusak atau pecah.

Sekarang anda tidak perlu khawatir jika anda melakukan pengiriman untuk barang pecah belah. Perhatikan beberapa tips saat anda hendak mengirim barang pecah belah:

1. Pahami Karakteristik Barang

Saat hendak mengirim barang, hal yang sangat penting untuk anda lakukan adalah memahami karakteristik barang. Umumnya saat anda hendak mengirim barang jenis apapun anda memerlukan untuk packing barang tersebut. Perbedaanya adalah jika anda memahami karakteristik barang yang hendak anda kirim, anda bisa melakukan teknik packing dengan tepat.

Hal ini perlu anda perhatikan saat hendak mengirim barang pecah belah, pastikan anda packing dengan baik dan benar sesuai dengan standar agar barang pecah belah tetap terjaga dan aman. Gunakan bubble wrap saat hendak packing, pastikan seluruh bagian barang pecah belah terlindungi oleh bubble wrap. Jika memungkinkan, biasanya pihak ekspedisi akan memasukan barang pecah belah ke dalam kotak yang terbuat dari kayu. Kayu akan memberikan perlindungan yang maksimal untuk barang pecah belah anda.

Baca Juga : 5 Tips untuk Kontrol Pengeluaran Bisnis Sewa Truk

2. Gunakan ekspedisi yang tepat

Mengirim barang pecah belah merupakan hal tak mudah dilakukan. Resiko akan kerusakan barang sangat mungkin terjadi jika anda tidak menggunakan jasa ekspedisi yang tepat. Jasa pengiriman mungkin bisa mengantar barang anda sesuai dengan alamat yang anda minta, tapi apakah keamanan barang anda terjamin ? belum tentu. Hal ini terjadi karena tidak semua jasa pengiriman atau ekspedisi memberikan jaminan asuransi kepada anda.

Tampaknya anda perlu berkenalan dengan aplikasi Kargo Tech yang merupakan jasa pengiriman atau ekspedisi yang memiliki jaminan asuransi. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap barang anda, Kargo Tech menanggung biaya klaim asuransi untuk anda.

Untuk memberikan perlindungan dan keamanan bagi pengirim dan vendor, Kargo Tech telah bekerjasama dengan Tokio Marine Insurance Company ( TMI ) untuk menyediakan layanan asuransi dengan maksimal tanggungan sebesar sepuluh juta rupiah. Jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, anda bisa mengklaim asuransi pada penyedia layanan asuransi di Kargo Tech. Untuk informasi lebih lanjut perihal syarat dan ketentuan klaim asuransi silahkan kunjungi https://kargo.tech/terms-and-conditions-insurance/